<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jurusan BPI UIN SGD Bandung</title>
	<atom:link href="http://bpinews.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bpinews.wordpress.com</link>
	<description>Mari Menjadi Bagian dari Masyarakat BPI</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Apr 2009 12:07:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bpinews.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/74dd90708f9594c4f9ea31df079528c7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jurusan BPI UIN SGD Bandung</title>
		<link>http://bpinews.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Katanya Ini Komentar Tedi Setiadi</title>
		<link>http://bpinews.wordpress.com/2009/04/08/katanya-ini-komentar-tedi-setiadi/</link>
		<comments>http://bpinews.wordpress.com/2009/04/08/katanya-ini-komentar-tedi-setiadi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 12:07:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bpinews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bpinews.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Dikirim pada tanggal 2008/12/18 pukul 16:33
By: Tedi Setiadi (Permata Intan Garut UIN SGD)
Memang susah jadi manusia saat ini. Karena sekarang ini katanya zaman edan, kalo nggak ikut edan nggak keduman. Makanya banyak anggota dewan yang makan dana siluman. Bahkan ketika ada anggota dewan yang terkenal ‘putih’ diingatkan agar jangan ikut-ikutan, tapi katanya dana itu sayang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=34&subd=bpinews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dikirim pada tanggal 2008/12/18 pukul 16:33</p>
<p>By: Tedi Setiadi (Permata Intan Garut UIN SGD)</p>
<p>Memang susah jadi manusia saat ini. Karena sekarang ini katanya zaman edan, kalo nggak ikut edan nggak keduman. Makanya banyak anggota dewan yang makan dana siluman. Bahkan ketika ada anggota dewan yang terkenal ‘putih’ diingatkan agar jangan ikut-ikutan, tapi katanya dana itu sayang jika tidak dimanfaatkan, untuk modal bergerak dalam perjuangan. Maka sudah dike manakankah sosok iman, yang seharusnya Qur’an dan Sunnah jadi pedoman, yang bukan hanya semangat dan indah saat diucapkan, dalam kajian – kajian rutin pekanan.  <span id="more-34"></span></p>
<p>Katanya zaman kiwari, kalo nggak jual diri nggak makan nasi. Makanya sekarang banyak anak – anak gadis jual diri. Isteri – isteri buka ‘lapak’ dengan alasan bantu suami. Bahkan ada yang lebih parah sang ibu kandung jadi mucikari. Karena langganannya adalah para anggota Dewan yang baik hati. Dengan alasan membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di negeri ini. Apakah mereka sudah tidak punya harga diri, umbar aurat hanya demi sesuap nasi, seolah sudah tidak ada jalan keluar lagi, seolah jika tidak melakukan itu mereka akan mati. Bukankah rezeki sudah ditetapkan oleh Sang Robbul Izzati. Tinggal bagaimana langkah kita untuk menjemput rezeki. InsyaAllah rezeki yang halal itu telah menanti.</p>
<p>Katanya zaman gila, kalo nggak gila nggak bahagia. Makanya keluarlah prinsip jika ada kesempatan kita sikat saja. Halal haram sudah dilupa. Uang korupsi dibilang untuk bisnis jualan permata. Yang penting rumah megah ada dua, mobil mewah ada lima serta banyak tanam modal dalam reksadana. Lupakah mereka bahwa dunia ini hanya sementara, dunia yang sifatnya fana, hanya menunggu saat berakhirnya. Bukankah kabar gembira telah datang kepada mereka, akan adanya syurga yang siapapun akan kekal didalamnya. Maka mengapa mereka tidak tergoda untuk masuk kedalamnya.</p>
<p>Katanya zaman gendeng, kalo nggak sableng nggak dianggap gayeng. Makanya ada motto buat apa hidup dibikin puyeng. Buat apa harus terikat dengan aturan agama untuk hidup yang nggak langgeng. Ngegele di kamar kost dan pergaulan bebas barulah greng. Apakah mereka tidak mudeng? Bahwa perbuatan mereka hanya memuaskan para pemilik modal yang berotak gendeng.</p>
<p>Katanya zaman mbeling, kalo nggak clubbing nggak dianggap orang penting. Makanya banyak orang yang hobi minum topi miring. Ada ayah yang menggauli anaknya sampai bunting. Berbuat amanah bukan lagi hal yang penting. Akibatnya banyak Anggaran Negara dan Anggaran Daerah yang digunting. Yang penting keluarga dan rekan kerja puas main banking, tak peduli banyak rakyat yang bunuh diri karena pusing. Lupakah mereka dengan hari yang genting. Di Yaumul Hisab kala amal mereka ditimbang ternyata banyak yang garing, dengan hadiah azab neraka yang mendengarnya saja bikin bulu kuduk merinding.</p>
<p>Katanya zaman sedeng, kalo nggak sedeng nggak digandeng. Makanya banyak pemimpin yang tutup mata kala banyak pengusaha membangun bedeng. Bedeng untuk jual miras dan lokalisasi berbuat sedeng. Karena merekalah yang mensuplai dana kampanye Pilkada dan Pemilu untuk para Kanjeng. Sehingga setelah terpilih seolah mata mereka tertutup hordeng. Harusnya mereka tahu bahwa jabatan sebenarnya bagaikan kaleng, yang ketika diinjak kaki pastilah gepeng. Maka ketika menjabat seharunya mereka menutup bedeng – bedeng, yang membuat masyarakat berbuat sedeng.</p>
<p>Katanya zaman kalabendu, orang yang berbuat lurus dianggap lucu. Makanya KKN adalah motto hidupku. Sekolah dan guru jualan buku, yang wajib dibeli oleh para wali murid yang pasrah mati kutu, padahal mereka lagi pusing untuk bayar SPP bulan lalu. Sedangkan mereka sudah digaji dari pajak rakyat jenis ini itu. Seharusnya mereka bahu membahu, untuk menghilangkan kebodohan yang sudah membeku, yang dirintis oleh para penjajah sejak ratusan tahun lalu. Sehingga ketika ditanya oleh Allah Yang Maha Tahu, sudahkah menunaikan kewajiban atas jabatanmu itu. Maka senyum merekah akan hadir dari bibirmu, lantas berikan bukti jutaan anak didik yang sekarang tunduk menyembah kepada Allah Yang Satu.</p>
<p>Katanya zaman burik, jadi orang baik malah dihardik. Maka ketika nasehat diucapkan yang terjadi adalah polemik. Guru tak mau mendengarkan kebenaran dari anak didik. Tetangga tak mau diingatkan bahkan yang menasehati dibilang udik. Anak mengingatkan orang tua malah dibawaan badik. Bukankah Rosulullah datang untuk meningkatkan akhlak manusia menjadi baik. Buahnya adalah hubungan antara sesama adalah ibarat kilauan pelangi yang menarik. Sehingga ketika nasehat datang seharusnya yang terucap adalah labbaik.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bpinews.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bpinews.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bpinews.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bpinews.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bpinews.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bpinews.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bpinews.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bpinews.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bpinews.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bpinews.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=34&subd=bpinews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bpinews.wordpress.com/2009/04/08/katanya-ini-komentar-tedi-setiadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f882727c7c7c78ffb7a32e481d2e3709?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">bpinews</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menulis Terus Apa Saja!</title>
		<link>http://bpinews.wordpress.com/2008/10/15/menulis-terus-apa-saja/</link>
		<comments>http://bpinews.wordpress.com/2008/10/15/menulis-terus-apa-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 15:03:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bpinews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing Movement]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bpinews.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[PERTAMA kali menulis artikel, waktu itu saya semester tiga di UIN Bandung. Untuk masuk ke media, memang susah banget. Dua puluh kali &#8212; malahan lebih saya rasa &#8212; menulis dan mengirimkannya ke media, tak satu pun yang dimuat.
Alah, biar saja ndak dimuat juga. Yang penting saya harus terus menulis!, tekadku waktu itu. 
Beda dengan para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=26&subd=bpinews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-weight:bold;">PERTAMA </span>kali menulis artikel, waktu itu saya semester tiga di UIN Bandung. Untuk masuk ke media, memang susah banget. Dua puluh kali &#8212; malahan lebih saya rasa &#8212; menulis dan mengirimkannya ke media, tak satu pun yang dimuat.</p>
<p><span style="font-style:italic;">Alah, biar saja ndak dimuat juga. Yang penting saya harus terus menulis!</span>, tekadku waktu itu. <span id="more-26"></span><br />
Beda dengan para penulis lain. Saya tak dimuat tulisan juga, nggak apa-apa. Kan, punya blog sekarang itu. Tinggal saya posting ke blog. beres! Tak ada soal yang memusingkan. Enjoy aja lagi. Tapi, bagi para penulis yang menggantungkan penghasilannya kepada seberapa banyak dimuat di media massa, susah juga sih. Mereka pelit memampang ide-idenya di blog. Katanya, takut diklaim &#8212; pemikirannya &#8212; adalah milik si plagiator.</p>
<p>Ah, secara pribadi saya tidak bakal repot-repot ketika ada tulisan saya yang diklaim karya orang lain. Silahkan di<span style="font-style:italic;">copy paste</span> juga. Tak ada soal yang menyoalkan ketakjujuran itu.</p>
<p>Selain itu, para penulis yang kerjanya menulis artikel emang gampang cemburu. Kalau ada penulis yang sering nongol di media massa, mereka ngomong bahwa redakturnya berat sebelah kayak layang-layang. Bahkan, imbasnya ada cacian menyudutkan terhadap penulis yang sering muncul tulisannya di suatu media, sebagai orang dekat redaksi. Akibatnya, penghargaan terhadap materi tulisan <span style="font-style:italic;">ndak</span> ada sama sekali.</p>
<p>Itulah gonjang-ganjing di dunia tulis-menulis &#8212; tentunya kalau menggantungkan hidup atau menambah penghasilan dari pemuatan artikel. Saya rasa, pradigma penulis model begituan harus diubah. Kan, kata Guru saya, Budhiana Kartawijaya, penulis itu salah satu dari intelektual publik. Yang seharusnya memberikan pemahaman bijak terhadap suatu persoalan yang melingkari bangsa secara tulus. Kalau yang ada di otak penulis itu uang, ya jangan menulis. Sebab, menulis di negeri kita adalah profesi yang susah mendapatkan kekayaan membubung. Sekalipun penulis buku <span style="font-style:italic;">Best Seller!</span></p>
<p>Kalau mau miskin, maka jadi penulis <span style="font-style:italic;">dong</span>. Ini bukan perkataan saya. Tapi, Kangmas Jacob Sumardjo <span style="font-style:italic;">lho</span>. Artinya, menulis adalah kewajiban moral intelektual. Kendati kepuasan material sangat dibutuhkan, tapi terjajah dengannya akan membuat kesucian karya kita terkotori. Saya bukan malaikat yang tak butuh dengan uang. Tapi, bukan pula syetan yang rakus dengan kepuasan material. Saya adalah manusia yang berusaha menyeimbangkan kebutuhan-kebutuhan pada titik awal yang seimbang.</p>
<p>Jadi, menulislah kemana pun pikiran melayang-layang. Tanpa diperbudak keinginan-keinginan dangkal material. Apa pun materinya, tulislah. Biar tidak dipahami pembaca juga, tapi saya yakin dari ratusan juta orang yang ada di Indonesia, ada seribu orang yang akan mengerti tulisan kita. Meskipun redaksi di sebuah penerbitan buku atau koran, tidak bisa memahaminya dan tidak menyukainya. Selamat menulis ah&#8230;.<img src="http://images.multiply.com/common/smiles/shade.png" alt="" /></p>
<p>(<span style="font-weight:bold;">Sukron Abdilah</span> &#8212; <span style="font-style:italic;">kamana we nulis mah</span>)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bpinews.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bpinews.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bpinews.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bpinews.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bpinews.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bpinews.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bpinews.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bpinews.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bpinews.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bpinews.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=26&subd=bpinews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bpinews.wordpress.com/2008/10/15/menulis-terus-apa-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f882727c7c7c78ffb7a32e481d2e3709?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">bpinews</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.multiply.com/common/smiles/shade.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengakrabi Alam Ciptaan-Nya</title>
		<link>http://bpinews.wordpress.com/2008/10/15/mengakrabi-alam-ciptaan-nya/</link>
		<comments>http://bpinews.wordpress.com/2008/10/15/mengakrabi-alam-ciptaan-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 14:52:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bpinews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bpinews.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Oleh SUKRON ABDILAH (Dimuat di Pikiran Rakyat)
&#8220;Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena ulah manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka (akibat) perbuatannya, agar mereka kembali&#8221; (Q.S. Ar-Ruum ayat 41).
TANGIS pilu warga yang tertimpa longsor ketika bencana alam menghantam, sejatinya menggugah nurani. Dari yang tadinya tidak peka dengan kondisi lingkungan, jadi peka jiwanya sehingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=24&subd=bpinews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Oleh SUKRON ABDILAH (Dimuat di <a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=33681" target="_blank">Pikiran Rakyat</a>)</p>
<p align="justify">&#8220;<em>Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena ulah manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka (akibat) perbuatannya, agar mereka kembali&#8221; (Q.S. Ar-Ruum ayat 41).</em></p>
<p align="justify">TANGIS pilu warga yang tertimpa longsor ketika bencana alam menghantam, sejatinya menggugah nurani. Dari yang tadinya tidak peka dengan kondisi lingkungan, jadi peka jiwanya sehingga mau terus menjaga alam dari ulah jahil manusia. Itulah yang ditegaskan Allah SWT dalam ayat di atas dengan menggunakan kalimat &#8220;agar mereka kembali&#8221;. Maksudnya, kembali menyegarkan dan menjaga alam sekitar agar tidak rusak dengan pelbagai cara. Alam &#8212; termasuk hutan, air, udara, tumbuhan, dan hewan &#8211;adalah ciptaan-Nya yang mesti kita jaga dan pelihara.<img title="Selebihnya..." src="http://bpinews.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-288/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-24"></span></p>
<p align="justify">Ketika kondisi alam negeri ini rusak dan banyak melahirkan bencana alam, kita harus mulai menata ulang aktivitas relasi dengan alam. Tentunya membungkus laku keseharian dengan bingkai keharmonisan. Bukan malah melakukan kegiatan perusakan yang berakibat fatal bagi warga masyarakat sekitar. Hutan, yang di negeri ini memiliki keindahan panorama mestinya mampu mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah. Bukan lantas merusaknya sehingga bangsa kita &#8212; menurut ukuran FAO &#8212; merupakan kandidat pertama penghancur hutan tercepat di dunia.</p>
<p align="justify">Data FAO menyebutkan, setiap tahun di Indonesia seluas 1,871 juta hektare hutan dihancurkan dan terjadi antara 2000 hingga 2005. Kehancuran hutan di negeri ini juga mencapai 2 persen per tahun atau sekitar 51 kilometer persegi per hari, bahkan diperkirakan per jam kita menghancurkan hutan seluas 300 lapangan sepak bola. Katanya bangsa Indonesia adalah bangsa beragama? Lantas, kenapa hutan yang sebegitu indah dirusak sekadar demi memenuhi kebutuhan perut?</p>
<p align="justify">Atas nama kemajuan, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan materi, hutan pun kena getah eksploitasi. Yang saya tidak setujui adalah eksploitasi hutan tanpa disertai pikiran-pikiran visioner. Mereka tidak berpikir bahwa setelah mati akan meninggalkan anak cucunya dalam keadaan sengsara. Benar juga jika mental bangsa kita adalah mental pemboros, rakus, dan perusak. Tidak memikirkan bahwa 30 tahun ke depan, cucu mereka akan menjadi tumbal pembangunan.</p>
<p align="justify">Udara yang kian panas akibat polusi dan kurangnya kawasan hijau adalah soal yang bakal dihadapi anak cucu kita. Ya, pemanasan global akibat tipisnya lapisan ozon karena kita tak begitu peduli dengan hutan adalah masalah yang diwariskan generasi kita. Yang lebih parah adalah apa yang menimpa warga di Sukabumi. Meskipun mereka berada di daerah yang kaya sumber daya air, tidak merasakan kelimpahan dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Sekitar 200 perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) telah mengambil hak warga untuk mendapatkan air bersih.</p>
<p align="justify">Kearifan ekologis</p>
<p align="justify">Esensi ayat di atas menjelaskan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) yakni dari kalimat &#8220;agar mereka kembali&#8221;. &#8220;Kembali&#8221; kalau ditinjau dengan kerangka pembangunan berwawasan ekologis, bersanding kuat dengan program pelestarian. Misalnya, program konservasi alam, reboisasi, pajak perusahaan untuk kelestarian alam, pendidikan lingkungan hidup untuk anak didik dan pengurusan izin analisis dampak lingkungan (amdal). Itulah pesan yang mesti kita camkan dalam hati, bahwa Dia (Allah) memerintahkan kita untuk memiliki kearifan ekologis ketika berinteraksi dengan lingkungan.</p>
<p align="justify">Kearifan ekologis berbasis agama juga dapat dilihat dari nama-nama surat tentang keragaman ekosistem dan fungsi ekologis, semisal Al-Baqarah (sapi betina), Al-Adiyat (kuda perang), An-Naml (semut), Al-Ankabut (Laba-laba), Ath-Thur (bukit thur) dan masih banyak lagi. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi alam beserta ekosistemnya memiliki sisi fungsional yang wajib dipelihara sebaik-baiknya. Oleh karena itu, arif rasanya jika kita mulai merefleksi kearifan ekologis yang dipesankan oleh-Nya melalui teks suci itu sehingga alam kembali tidak memuntahkan pelbagai bencana kemanusiaan (human disaster). Tujuannya agar menghasilkan arah pembangunan berhiaskan etika-moral agama, dan ketika berinteraksi dengan hutan tidak memanfaatkannya secara eksploitatif dan merusak. Umat Islam yang berbudaya diajarkan untuk tidak bersikap dan berperilaku destruktif seperti melakukan perusakan secara membabi buta terhadap lingkungan hidup (khususnya hutan) atas dalih apa pun. Termasuk atas segala macam dalih pembangunan, yang tak berkaidah tentunya!</p>
<p align="justify">Lantas, mengapa kerusakan hutan seakan terus menjadi-jadi? Apakah ada yang salah dengan sikap kita atas hutan sehingga kita menempatkannya sebagai sesuatu yang bukan amanah dari-Nya? Saya kira kehancuran hutan Indonesia terletak pada sikap kita terhadap alam sekitar sehingga muncul stigma bahwa hutan diciptakan hanya untuk dieksploitasi besar-besaran. Sikap inilah yang melahirkan keangkuhan manusia dalam berinteraksi dengan alam sekitarnya. Kita seolah tidak menempatkannya sebagai sesuatu yang amat penting bagi kehidupan sehingga kebutuhan timbal balik dinodai dengan laku merusak yang membahayakan jiwa sesama manusia.</p>
<p align="justify">Jadi, sebagai seorang Muslim tak selayaknya melakukan perusakan terhadap alam, sebab ia (alam) merupakan penopang kehidupan kita. Hutan, air, hewan, dan tumbuhan adalah sesuatu yang diciptakan-Nya di muka bumi untuk kita kelola dan manfaatkan sebaik-baiknya. Mujiyono Abdillah (2001) menasirkan Surat Al Jaatsiyah ayat 13 sebagai berikut, &#8220;Dan Allah telah menjadikan sumber daya alam dan lingkungan sebagai daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia. Yang demikian hanya ditangkap oleh orang-orang yang memiliki daya nalar memadai.&#8221; Pertanyaannya, sudahkah kita menangkap pesan Alquran yang memerintahkan umat manusia untuk menjaga keseimbangan alam sekitar?</p>
<p align="justify">Mudah-mudahan sudah.***</p>
<p align="justify">Penulis, alumni Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bpinews.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bpinews.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bpinews.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bpinews.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bpinews.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bpinews.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bpinews.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bpinews.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bpinews.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bpinews.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=24&subd=bpinews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bpinews.wordpress.com/2008/10/15/mengakrabi-alam-ciptaan-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f882727c7c7c78ffb7a32e481d2e3709?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">bpinews</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bpinews.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-288/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggagas Dakwah Cyber di Era Informasi</title>
		<link>http://bpinews.wordpress.com/2008/10/15/menggagas-dakwah-cyber-di-era-informasi/</link>
		<comments>http://bpinews.wordpress.com/2008/10/15/menggagas-dakwah-cyber-di-era-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 14:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bpinews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bpinews.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh SUKRON ABDILAH
(Artikel Ini dimuat di Majalah Suara Muhammadiyah)
Realitas peradaban saat ini mengindikasikan kemajuan yang sangat pesat, terutama dalam hal teknologi informasi dan komunikasi. Di dunia maya (cyberspace) arus komunikasi dan informasi umat manusia mengalami perkembangan yang mencengangkan. 
Saat ini, praktik komunikasi tidak hanya terpaku pada pengertian tatap muka secara fisik saja. Dalam hitungan detik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=21&subd=bpinews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="main">
<p><strong>Oleh SUKRON ABDILAH</strong></p>
<p>(Artikel Ini dimuat di <a href="http://suara-muhammadiyah.com/?p=562" target="_blank">Majalah Suara Muhammadiyah</a>)</p>
<p><strong>Realitas peradaban saat ini mengindikasikan kemajuan yang sangat pesat, terutama dalam hal teknologi informasi dan komunikasi. Di dunia maya (cyberspace) arus komunikasi dan informasi umat manusia mengalami perkembangan yang mencengangkan. </strong></p>
<p>Saat ini, praktik komunikasi tidak hanya terpaku pada pengertian tatap muka secara fisik saja. Dalam hitungan detik atau menit, bahkan seolah tanpa hitungan, setiap orang bisa bertatap wajah dengan lawan bicaranya meskipun keduanya saling berjauhan jarak. Karena itu format dakwah di era sekarang harus dirumuskan sesuai dengan ruang dan waktu yang berlaku, sesuai dengan prinsip Islam shalih likulli zaman wa makan (selalu relevan di setiap masa dan tempat—Red.).<span id="more-21"></span></p>
<p>Dengan kemajuan teknologi internet dalam kehidupan berkomunikasi manusia modern, merupakan keniscayaan bahwa dakwah harus mulai memasuki kehidupan masyarakat “melek internet” yang mempraktikkan komunikasi virtual. Dalam keseharian masyarakat model ini, arus informasi sedemikian cepat dapat diakses, sehingga membentuk pola hidup yang serba instant. Dengan demikian, model dakwah juga mestinya diformulasikan secara cepat dengan memanfaatkan akses internet agar dapat menyebarluaskan informasi seputar ke-Islaman secara cepat pula.</p>
<p>Namun, ketika internet telah dimasuki oleh halaman website yang menghadirkan pornografi dan pornoaksi, tentunya akan membuat para pemakainya terkurung abyeksi moral. Sikap dan keterampilan moral yang ada dalam dirinya akan tergerus ke arah degradatif. Maka, proteksi berbasis nilai-nilai normatif berbasis agama melalui pembentukan etika literacy bagi pengguna internet harus dilakukan oleh organisasi Islam seperti Muhammadiyah. Sebab, merespon perkembangan atau kemajuan teknologi informasi dan komunikasi adalah keniscayaan, tetapi kita juga harus menggunakan batas-batas etika dalam memanfaatkannya.</p>
<p><strong>Paradigma Dakwah</strong></p>
<p>Ketika Rancangan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) disahkan menjadi Undang-undang (25/03/2008), terjadi pro dan kontra. Pihak pertama (pro) beralasan dengan banyaknya kasus kriminalitas di dunia maya (cyber crime) sehingga penting melakukan pencegahan protektif lewat jalur konstitutional (cyber law). Sementara itu, pihak yang kontra beralasan bahwa UU ITE akan mengancam kebebasan pers, sehingga upaya demokratisasi sebagai wacana nation-state akan terjegal karena sensor yang berlebihan dari pemerintah. Lantas, bagaimana dengan tanggapan umat Islam atas lahirnya UU ITE ini?<br />
Sejatinya, kita mengapresiasi kelahiran UU ITE secara kritis. Di satu sisi kelahiran UU tersebut memang perlu, tetapi dengan menelurkan garis-garis konstitutional tanpa adanya upaya praksis membentuk moral pengguna internet, maka eksistensi UU tersebut akan sia-sia. Sebab, ada sekitar 13.422.659.310.152.401 kombinasi situs yang dapat dibuat, dan halaman situs porno akan terus merebak karena diakali dengan cara penggantian domain yang baru. Maka, kehadiran UU ITE ini akan memeroleh aneka penggagalan dari internet provider service yang memberikan liberalisasi seksual, sehingga diperkirakan jumlah situs porno akan terus baru atau up to date.</p>
<p>Jadi, selain payung hukum di dunia maya (cyber law), kita membutuhkan bentuk dakwah berbasis etika praksis yang dijejalkan pada generasi muda, karena ke depan mereka akan menjadi warga “melek internet”. Caranya, Departemen Komunikasi dan Infromasi (Depkominfo) menggalang kerja sama dengan organisasi Islam atau agama lain untuk melakukan upaya sosialisasi dan pelatihan praktis menggunakan internet dengan “akal sehat”. Pihak ormas Islam pun pada posisi demikian, mestinya tanggap terhadap arus globalisasi informasi yang sedemikian cepat meracuni pola pikir manusia modern.</p>
<p>Salah satunya dengan cara melakukan upaya penyadaran kolektif lewat pelatihan internet sehat untuk setiap jamaahnya. Alhasil, ketika mereka menggunakan akses internet di rumahnya, akan melakukan bimbingan kepada anaknya agar memanfaatkannya secara sehat. Mengapa hal ini harus dilakukan? Sebab—mengutip istilah Yasraf A. Piliang—bahwa di era cyberspace, setiap bentuk seksualitas bisa saja dijadikan alat pemenuhan kebutuhan ekonomi oleh kaum kapitalis atau dikenal dengan “libidonomics”. Sehingga, setiap orang yang tidak memiliki landasan etika pemakaian internet, ia akan terjebak pada konsumer pasif dunia “esek-esek” dan meracuni pola sikap, tindakan dan pemikirannya ke arah liberalis-individualis.</p>
<p>Hemat saya, umat Islam perlu melakukan upaya-upaya pembentukan gerakan internet sehat dikalangan jamaahnya. Tujuannya agar kita tidak terjebak pada reifikasi (pemberhalaan) seksualitas demi mencari keuntungan ekonomis lewat bisnis yang menggerus umat manusia ke arah abjeksi moral. Allah SwT berfirman, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya” (Q.s. Al-Jasiyah: 23).</p>
<p><strong>Etika Literasi</strong></p>
<p>Terma etika berasal dari bahasa Yunani, ethikhos, yang berarti adat-kebiasaan. Namun seiring perkembangan zaman, istilah ini berkembang dan ekuivalen dengan moralitas. Kalau mengacu pada pengertian etimologis, etika adalah serentetan perilaku yang telah mendarah daging pada diri manusia. Perilaku etis sangat berkaitan dengan mempraktikkan nilai-nilai yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-harinya. Secara filosofis, etika mempertanyakan bagaimana sebaiknya manusia bertingkah laku (how men ought to act in general)?</p>
<p>Etika harus dimasukkan ke benak para pengguna internet, yang punya peluang besar memanfaatkan internet sebagai media mengakses hal-hal pornografis. Tugas organisasi Islam di Indonesia adalah membuat pertahanan diri lewat penggodogan format etika bagi masyarakat “melek internet”. Apalagi, bagi pengguna internet dari kalangan remaja, gagasan pemblokiran situs porno adalah langkah awal untuk mencegah terdegradasinya moralitas generasi muda. Namun, akan lebih kokoh lagi jika ulama atau tokoh masyarakat memberikan arahan kepada mereka seputar nilai-nilai etis dalam menggunakan internet.</p>
<p>Sebab, kemajuan teknologi informasi global mengakibatkan sistem komunikasi bersifat praktis, individual, private, bahkan masuk ke benak kaum “melek internet” tanpa ada sensor nilai-nilai sosial-kultural dan sosial-religius. Alhasil, dengan watak teknologi yang memiliki produktivitas tinggi ini berpengaruh pada terbentuknya pola sikap sekuler-hedonistik (Suparlan Suhartono, Filsafat Ilmu Pengetahuan, 2005). Para pengguna internet tentunya akan bersikap hedonistik ketika secara kultural berselancar (surfing) tanpa ada pegangan nilai-nilai normatif, baik diambil dari etika normatif maupun yang diambil dari etika kreatif (metaetika).</p>
<p>Andreas Harefa dalam bukunya Menjadi Manusia Pembelajar (2002: 101) mengatakan, internet bisa dimanfaatkan untuk mengubah “sikap hidup” dan “keterampilan untuk hidup” setiap pemakainya. Ia membaginya ke dalam tiga bentuk pembelajaran. Pertama, para pengguna internet (user) sedang “belajar melakukan”. Kedua, mereka sedang menambah pengetahuan dengan cara mencari informasi tanpa beranjak dari meja dan kursi (belajar tentang). Dan, ketiga, dengan menggunakan internet mereka sedang belajar mempraktikkan dan belajar tentang pelbagai teori, sehingga dapat dipastikan jika itu akan mengubah sikap dan keterampilan hidup pemakai internet.</p>
<p>Menggelorakan etika literasi di Indonesia adalah suatu keniscayaan. Mari kita gagas etika literasi buat pengguna internet, supaya kita tidak jadi manusia yang dilingkari ketakberadaban sikap dan laku. Akhirnya, layak saya pikir jika kita merenungi pepatah-petitih Ali Syari’ati, sang pemikir sosial dari negeri Iran, “….semakin tinggi perkembangan sains dan teknologi, maka semakin tinggi pula manusia menuju kebiadaban”. Ini mengindikasikan bahwa agar kemajuan teknologi dan sains tidak menjadikan umat Islam sebagai manusia biadab, UU ITE sejatinya dibarengi dengan pemberian langkah-langkah etis dan moralistik ketika berselancar di dunia maya.</p>
<p>Wabilkhusus, buat seluruh warga Muhammadiyah. Menggembirakan gerakan berinternet sehat merupakan implementasi dari ajaran Islam yang mengajarkan kepada umatnya untuk mempergunakan sesuatu demi kepentingan pencerahan peradaban. Apalagi, di tengah degradasi moral bangsa yang kian tergerus ke jurang ketakberadaban. Menjadi keniscayaan bagi organisasi Muhammadiyah untuk menggagas dakwah di dunia cyber, guna membimbing umat agar tidak terjebak dengan arus globalisasi yang meminggirkan etika moral. Wallahua’lam.<br />
<em> *Penulis adalah mantan Ketua Lembaga Pers Ikatan (LPI) PC IMM Kota Bandung 2005-2006, Alumnus Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi,  Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Bandung, Kader Muda Muhammadiyah Jawa Barat.</em></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bpinews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bpinews.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bpinews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bpinews.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bpinews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bpinews.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bpinews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bpinews.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bpinews.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bpinews.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=21&subd=bpinews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bpinews.wordpress.com/2008/10/15/menggagas-dakwah-cyber-di-era-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f882727c7c7c78ffb7a32e481d2e3709?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">bpinews</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>20 Ciri &#8211; Ciri Orang yang Inovatif</title>
		<link>http://bpinews.wordpress.com/2008/07/05/20-ciri-ciri-orang-yang-inovatif/</link>
		<comments>http://bpinews.wordpress.com/2008/07/05/20-ciri-ciri-orang-yang-inovatif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 15:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bpinews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bpinews.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Wah, sebetulnya tulisan ini adalah komentar dari saudara Muhammad Arifin. Karena ada yang pantas untuk diinformasikan kepada pembaca, jadi komentar darinya saya hapus. Dan, dimuat diblog ini.  Jika ada teman-teman mahasiswa yang punya tulisan, berapa halaman pun; silahkan kirim ke e-mail: bpinews_2008@yahoo.co.id.
Mitchell Ditkoff, Direktur dari Idea Champions, mengetengahkan tentang kualitas dari seorang inovator, dengan ciri-ciri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=20&subd=bpinews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Wah, sebetulnya tulisan ini adalah komentar dari saudara Muhammad Arifin. Karena ada yang pantas untuk diinformasikan kepada pembaca, jadi komentar darinya saya hapus. Dan, dimuat diblog ini.  Jika ada teman-teman mahasiswa yang punya tulisan, berapa halaman pun; silahkan kirim ke e-mail: bpinews_2008@yahoo.co.id.</p>
<p><strong>Mitchell Ditkoff, Direktur dari Idea Champions, mengetengahkan tentang kualitas dari seorang inovator, dengan ciri-ciri sebagai berikut :<br />
</strong></p>
<p>1.    <em>Challenges status quo</em>; tidak merasa cepat puas dengan keadaan yang ada dan selalu mempertanyakan otoritas dan rutinitas serta mengkonfrontasikan asumsi-asumsi yang ada.<br />
2.    <em>Curious</em>; senantiasa mengeksplorasi lingkungannya dan menginvestigasi kemungkinan-kemungkinan baru, memiliki rasa kekaguman (sense of awe)<br />
3.    <em>Self-motivated</em>; tanggap terhadap kebutuhan dari dalam (<em>inner needs</em>) senantiasa secara proaktif memprakarsai proyek-proyek baru, menghargai setiap usaha. <span id="more-20"></span><br />
4.    <em>Visionary</em>; memiliki imaginasi yang tinggi dan memiliki pandangan yang jauh ke depan.<br />
5.    <em>Entertains the fantastic</em>; memunculkan ide-ide &#8220;gila&#8221;, memandang sesuatu yang tidak mungkin menjadi sebuah kemungkinan, memimpikan dan menghayalkan sesuatu yang besar-besar.<br />
6.    <em>Takes risks</em>; melampaui wilayah yang dianggap menyenangkan, berani mencoba dan menanggung kegagalan.<br />
7.    <em>Peripatetic</em>; merubah lingkungan kerja sesuai yang dibutuhkan, senang melakukan perjalanan (<em>travelling</em>) untuk memperoleh inspirasi atau pemikiran segar.<br />
8.    <em>Playful</em>/<em>humorous</em>; memliki ketertarikan terhadap hal-hal yang aneh dan mengagumkan, berani tampil beda, bertindak nekad, serta mudah dan sering tertawa layaknya seorang anak kecil.<br />
9.    <em>Self</em>-<em>accepting</em>; dapat mempertahankan ide-idenya dan menganggap &#8220;kesempurnaan sebagai musuh kebaikan&#8221;, tidak terikat dengan apa-apa yang diipandang baik menurut orang lain.<br />
10.    <em>Flexible</em>/<em>adaptive</em> -terbuka bagi setiap perubahan, mampu melakukan penyesuaian terhadap rencana-rencana yang telah dibuat, menyajikan berbagai solusi dan gagasan<br />
11.    <em>Makes new connections</em>; mampu melihat hubungan-hubungan diantara unsur-unsur yang terputus, mensintesakan dan mengkombinasikannya.<br />
12.    <em>Reflective</em>, menginkubasi setiap masalah dan tantangan, mencari dan merenungkan berbagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.<br />
13.    <em>Recognizes (and re-cognizes) patterns</em>; perseptif terhadap sesuatu dan dapat membedakannnya, dapat melihat kecenderungan dan prinsip serta mampu mengorganisasikannnya, dapat melihat &#8220;the Big Picture.&#8221;<br />
14.   <em> Tolerates ambiguity</em>, merasa nyaman dalam situasi kacau (chaos), dapat menyajikan situasi paradoks, tidak tergesa-gesa membenarkan terhadap suatu ide yang muncul.<br />
15.   <em> Committed to learning</em>; berusaha mencari pengetahuan secara terus menerus, mensintesakan segala in put, menyeimbangkan setiap informasi yang terkumpul dan menyelaraskan setiap tindakan.<br />
16.    <em>Balances intuition and analysis</em> memilih dan memilah diantara pemikiran divergen dan pemikiran konvergen, memiliki intuisi tertentu sebelum melakukan analisis, meyakini apa yang sudah dianalisis dan menggunakannya secara hati-hati dengan menggunakan akal.<br />
17.    <em>Situationally collaborative</em>; berusaha menyeimbangkan pemikiran dari setiap individu, membuka pelatihan dan mencari dukungan organisasi.<br />
18.    <em>Formally articulate</em>; mengkomunikasikan setiap gagasan secara efektif, menterjemahkan konsep abstrak ke dalam bahasa penuh arti, menciptakan prototype atau model yang dianggap paling mudah<br />
19.   <em> Resilient</em>; merefleksi hal-hal dianggap mengecewakan atau yang tidak dinginkan, belajar dengan cepat dari umpan balik, berkemauan untuk mencoba dan terus mencoba lagi<br />
20.    <em>Persevering</em>; bekerja keras dan tekun, memperjuangkan gagasan-gagasan baru dengan gigih, memiliki komitmen terhadap hasil-hasil yang telah digariskan. (<strong>Muhammad Arifin</strong>, <em>Mahasiswa BPI</em>)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bpinews.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bpinews.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bpinews.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bpinews.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bpinews.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bpinews.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bpinews.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bpinews.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bpinews.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bpinews.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bpinews.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bpinews.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=20&subd=bpinews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bpinews.wordpress.com/2008/07/05/20-ciri-ciri-orang-yang-inovatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f882727c7c7c78ffb7a32e481d2e3709?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">bpinews</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Riwayat Wilhelm Wundt</title>
		<link>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/31/carl-gustav-jung/</link>
		<comments>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/31/carl-gustav-jung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 15:01:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bpinews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bpinews.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[ Mempelajari ilmu psikologi tentu belum terasa lengkap tanpa mengenal para tokoh yang menjadi pendiri atau yang mempelopori berbagai teori psikologi yang digunakan saat ini. Maka kami mencoba untuk menguraikan riwayat singkat para tokoh psikologi. Semoga bermanfaat bagi mahasiswa BPI. Sumbernya diambil dari:  1). Sarwono, Sarlito Wirawan. 1986. Berkenalan dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=18&subd=bpinews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span class="content"> Mempelajari ilmu psikologi tentu belum terasa lengkap tanpa mengenal para tokoh yang menjadi pendiri atau yang mempelopori berbagai teori psikologi yang digunakan saat ini. Maka kami mencoba untuk menguraikan<span style="font-weight:bold;"> riwayat </span>singkat para tokoh psikologi. Semoga bermanfaat bagi mahasiswa BPI. Sumbernya diambil dari: </span><span class="content"> 1). Sarwono, Sarlito Wirawan. 1986. <em>Berkenalan dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi</em>. Bulan Bintang: Jakarta. 2). Hjelle, Larry A. &amp; Ziegler, Daniel J. 1992. <em>Personality Theory</em>. McGraw-Hill International: NY. 3). www.allpsych.com</span><span class="content"> </span></p>
<p><span class="content"><strong> Wilhelm Wundt<br />
(1832 &#8211; 1920)</strong></span></p>
<p>Wilhelm Wundt dilahirkan di Neckarau pada tanggal 18 Agustus 1832 dan wafat di Leipzig pada tanggal 31 Agustus 1920. Wilhelm Wundt seringkali dianggap sebagai bapak psikologi modern berkat jasanya mendirikan laboratorium psikologi pertama kali di Leipzig. Ia mula-mula dikenal sebagai seorang sosiolog, dokter, filsuf dan ahli hukum. Gelar kesarjanaan yang dimilikinya adalah dari bidang hukum dan kedokteran. Ia dikenal sebagai seorang ilmuwan yang banyak melakukan penelitian, termasuk penelitian tentang proses <em>sensory</em> (suatu proses yang dikelola oleh panca indera).<span id="more-18"></span></p>
<p>Pada tahun 1875 ia pindah ke Leipzig, Jerman, dan pada tahun 1879 ia dan murid-muridnya mendirikan laboratorium psikologi untuk pertama kalinya di kota tersebut. Berdirinya laboratorium psikologi inilah yang dianggap sebagai titik tolak berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang terpisah dari ilmu-ilmu induknya (Ilmu Filsafat &amp; Ilmu Faal). Sebelum tahun 1879 memang orang sudah mengenal psikologi, tetapi belum ada orang yang menyebut dirinya sarjana psikologi. Sarjana-sarjana yang mempelajari psikologi umumnya adalah para filsuf, ahli ilmu faal atau dokter. Wundt sendiri asalnya adalah seorang dokter, tetapi dengan berdirinya laboratorium psikologinya, ia tidak lagi disebut sebagai dokter atau ahli ilmu faal, karena ia mengadakan eksperimen-eksperimen dalam bidang psikologi di laboratoriumnya.</p>
<p>Wundt mengabdikan diri selama 46 tahun sisa hidupnya untuk melatih para psikolog dan menulis lebih dari 54.000 halaman laporan penelitian dan teori. Buku-buku yang pernah ditulisnya antara lain: &#8220;<em>Beitrage Zur Theorie Der Sines Wahrnemung&#8221;</em> (Persepsi yang dipengaruhi kesadaran, 1862), <em>&#8220;Grund zuge der Physiologischen Psychologie&#8221;</em> (Dasar fisiologis dari gejala-gejala psikologi, 1873) dan <em>&#8220;Physiologische Psychologie&#8221;</em>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bpinews.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bpinews.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bpinews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bpinews.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bpinews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bpinews.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bpinews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bpinews.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bpinews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bpinews.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bpinews.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bpinews.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=18&subd=bpinews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/31/carl-gustav-jung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f882727c7c7c78ffb7a32e481d2e3709?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">bpinews</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa, Membangkitkan Semangatku</title>
		<link>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/31/doa-memangkitkan-semangatku/</link>
		<comments>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/31/doa-memangkitkan-semangatku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 14:51:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bpinews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bpinews.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Guratan di wajahnya menampakkan keriput, tanda usianya semakin menua. IM (58 tahun) &#8212; bukan nama sebenarnya &#8212; pada tahun 1987 ditinggalkan wafat suaminya bersama kedelapan putra-putrinya. Anak sulungnya waktu itu masih kelas 3 SPG (setingkat SMA) dan anak bungsunya masih berumur 3 tahun. Di tengah kepedihan dan kesusahan akibat tak ada yang menjadi tulang punggung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=17&subd=bpinews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Guratan di wajahnya menampakkan keriput, tanda usianya semakin menua. IM (58 tahun) &#8212; bukan nama sebenarnya &#8212; pada tahun 1987 ditinggalkan wafat suaminya bersama kedelapan putra-putrinya. Anak sulungnya waktu itu masih kelas 3 SPG (setingkat SMA) dan anak bungsunya masih berumur 3 tahun. Di tengah kepedihan dan kesusahan akibat tak ada yang menjadi tulang punggung keluarga, akhirnya ia banting tulang menggantikannya. Dari mulai menjadi buruh tani, tukang kredit alat-alat rumah tangga,  Ketring  makanan ketika ada orang yang hajatan, dan  menjadi penjual pupuk bagi petani dikampungnya.<span id="more-17"></span></p>
<p>Itu semua dilakukan hanya untuk mempertahankan hidup anak-anaknya. &#8220;Saya selama 21 tahun sekuat tenaga menghidupi kedelapan anak-anak. Pertama kali ditinggalkan suami, saya merasa terpuruk. Tapi, saya yakin bahwa Allah SWT akan melindungi hamba-Nya yang rajin berdoa. Maka dengan keyakinan itu, selama 21 tahun lebih saya bisa menyekolahkan anak-anak meskipun tidak sampai perguruan tinggi. Sekarang,saya merasa bersyukur kepada Allah SWT, karena pernah membina tali kasih dengan almarhum. Dari beliaulah saya mendapatkan pengetahuan tentang Doa dan Agama. Itulah warisan yang tak pernah akan sirna dan paling berharga buat saya dan keluarga. Terutama bagi si Bungsu&#8221;, ujarnya seraya terlihat bintik-bintik air mengalir dari dua kelopak matanya. (<strong>bpinews</strong>/seperti yang dituturkan kepada sukron)***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bpinews.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bpinews.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bpinews.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bpinews.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bpinews.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bpinews.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bpinews.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bpinews.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bpinews.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bpinews.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bpinews.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bpinews.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=17&subd=bpinews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/31/doa-memangkitkan-semangatku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f882727c7c7c78ffb7a32e481d2e3709?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">bpinews</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Pembimbing Spiritual Memang Penting!</title>
		<link>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/31/pelatihan-pembimbing-spiritual-memang-penting/</link>
		<comments>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/31/pelatihan-pembimbing-spiritual-memang-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 14:31:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bpinews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bpinews.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Layanan bimbingan spiritual bagi pasien semakin diakui memiliki peran dan manfaat yang efektif bagi penyembuhan. Bahkan di tangan para rohaniawan rumah sakit yang professional, kontribusi bagi proses penyembuhan pasien mencapai 20-25 %. Dari proses komunikasi yang dibangun oleh para rohaniawan rumah sakit para pasien bisa memulihkan kondidi psikologisnya. 
 Peningkatan kualitas sumber daya rohaniawan rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=16&subd=bpinews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Layanan bimbingan spiritual bagi pasien semakin diakui memiliki peran dan manfaat yang efektif bagi penyembuhan. Bahkan di tangan para rohaniawan rumah sakit yang professional, kontribusi bagi proses penyembuhan pasien mencapai 20-25 %. Dari proses komunikasi yang dibangun oleh para rohaniawan rumah sakit para pasien bisa memulihkan kondidi psikologisnya. <span id="more-16"></span><br />
<img src="http://www.umy.ac.id/img/Sp.gif" alt="" width="15" height="8" /> Peningkatan kualitas sumber daya rohaniawan rumah sakit menjadi pilihan mutlak rumah sakit, bahkan harus menjadi bagian dari <em>hospital bussines plan</em> yang tidak diabaikan. Namun, pada kenyataanya, masih sedikit rohaniawan rumah sakit terutama rumah sakit Islam yang menyadari arti penting pendekatan konseling dan psikologis dalam memberikan bimbingan spiritual kepada pasien.<br />
<img src="http://www.umy.ac.id/img/Sp.gif" alt="" width="15" height="8" />Maka harus ada pelatihan bagi para pembimbing di setiap instansi Rumah Sakit. Pada pelatihan ini harus mengangkat tentang Peran Agama dalam Proses Penyembuhan pasien, problematika Psikologis Pasien, <em>Interpersonal Communication Skill</em>, serta curah gagasan &amp; <em>Brainstorming</em> Pengembangan Profesi Rohaniawan Rumah Sakit Islam. Harapannya dengan pelatihan ini wahana tukar gagasan untuk terbentuknya wadah profesi rohaniawan rumah sakit dapat terwujud. Tidak hanya sebatas itu, namun membangun jaringan antar profesi rohaniawan Rumah sakit. Dan, Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam merupakan satu dari sekian jurusan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang bisa merealisasikan bentuk-bentuk pelatihan bagi para pembimbing spiritual.</p>
<p>Bahkan, menurut salah seorang alumni BPI angkatan 2002, para lulusan BPI harus ada yang melakukan pelatihan terapi Doa bagi kesembuhan sang pasien yang sedang sakit. Sebab, dengan tinggi dan kuatnya tekanan hidup (seperti mahalnya BBM) disinyalir warga yang beragama, akan mengantisipasi tekanan tersebut sebagai &#8211; self defend mechanism &#8212; dengan melakukan komunikasi transendental dengan Tuhan. (<strong>bpinews</strong>/sukron)<strong>***</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bpinews.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bpinews.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bpinews.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bpinews.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bpinews.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bpinews.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bpinews.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bpinews.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bpinews.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bpinews.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bpinews.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bpinews.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=16&subd=bpinews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/31/pelatihan-pembimbing-spiritual-memang-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f882727c7c7c78ffb7a32e481d2e3709?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">bpinews</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.umy.ac.id/img/Sp.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.umy.ac.id/img/Sp.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Intelektualisme Muhammad Iqbal</title>
		<link>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/30/intelektualisme-muhammad-iqbal/</link>
		<comments>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/30/intelektualisme-muhammad-iqbal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 15:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bpinews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bpinews.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[MEMBINCANGKAN intelektual Muslim abad 20, serasa tidak komplit jika menafikan Muhammad Iqbal. Meminjam bahasa Annemarie Schimmel &#8211; ia (Iqbal) tidak akan ada yang menyebutnya seorang Nabi karena bertentangan dengan dogma ajaran Islam, tapi kita boleh menerima bahwa Iqbal ternyata telah disentuh sayap jibril (Gabriels Wing). Sosok Iqbal dalam perspektif Annemarie Schimmel bagai seorang manusia bergelar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=14&subd=bpinews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>MEMBINCANGKAN</strong> intelektual Muslim abad 20, serasa tidak komplit jika menafikan Muhammad Iqbal. Meminjam bahasa Annemarie Schimmel &#8211; ia (Iqbal) tidak akan ada yang menyebutnya seorang Nabi karena bertentangan dengan dogma ajaran Islam, tapi kita boleh menerima bahwa Iqbal ternyata telah disentuh sayap jibril (<em>Gabriels Wing</em>). Sosok Iqbal dalam perspektif Annemarie Schimmel bagai seorang manusia bergelar Nabi yang mendapatkan wahyu dari hantaran Malaikat Jibril sehingga melahirkan karya-karya yang bersifat kewahyuan.</p>
<p>Namun, Iqbal sadar betul akan keterbatasannya, hingga bersyair: <em>Jika saya meninggi sehelai rambut lagi/Maka kemahabesaran Tenaga Gaib akan membakar sayapku habis. </em>Dengan kebrilianan pemikiran, kala nafasnya masih menempel di gelegak motivasi hidup, tidak serta merta merasa ia harus bersikap dan berlaku sombong. Sehingga mengangkangi kekuasaan Tuhan yang Absolut. Sehelai rambut lagi &#8211; begitu kata Iqbal &#8211; maka yang Maha Kuasa akan menghilangkan hikmah di dalam diriku.<span id="more-14"></span></p>
<p>Sir Muhammad Iqbal lahir di Sialkot, Punjab, pada tanggal 22 Februari 1873 dan ada yang menyebut ia lahir pada tanggal 9 Nopember 1877. Terlepas dari perdebatan itu, secara eksistensial ia telah mengalami pergulatan intelektual dari penganut <em>panteisme</em> dan sering disebut sebagai <em>neo-platonisme</em> hingga berubah menjadi intelektual yang aktif, tidak lagi asyik me-<em>nonaktif</em>-kan diri dari realitas sosial yang profan.     Ia juga dikategorikan sebagai seorang filosof muslim yang tidak alergi terhadap pemikiran Barat, dan seolah mengajak bangsanya untuk menilai secara objektif pemikiran Barat.</p>
<p>Ia seolah menjadi seorang juri <em>Indonesian Idol</em> yang di satu sisi mengkritisi dan di lain sisi memuji atau menghargai pemikiran Barat. Akan tetapi, kendati sering berinteraksi dengan filsafat Barat, tidak menjadikan dirinya tenggelam dengan &#8220;arus globalisasi&#8221; pemikiran.     Iqbal tetap mengangkat kearifan lokal India pada waktu itu yang berkaitan erat dengan tradisi pemikiran Persia yang banyak mewariskan keberagamaan <em>asketisme</em>, <em>mistisisme</em>, dan <em>skeptisisme</em>. Ia berusaha menafsirkan ketiga jenis keberagamaan itu dengan semangat profetik yang tidak melupakan realitas profan.</p>
<p>Bukti dari keteguhannya terhadap tiga landasan itu, adalah dengan menulis karya filsafat Timur &#8211; yang berasal dari Disertasinya &#8211; bertajuk: <em>The Development of Metaphysics in Persia: A Contribution to The History of Muslim Philosophy</em>. Di Indonesia karya beliau ini diterbitkan Mizan  dengan judul: <em>Metafisika Persia : Suatu Sumbangan untuk Sejarah Filsafat Islam</em>.       Kendati Iqbal mengumandangkan misi kekuatan dan kekuasaan Tuhan, tidak menjadikannya membunuh ego kreasi yang bersemayam di kedalaman diri. Ia selalu membuka katup cakrawala pemikirannya atas dunia di luar Islam (terutama Barat).</p>
<p>Ketika Iqbal meramu fostulat saya berbuat, karena itu saya ada (<em>I act, therefore I exist)</em>, membedakannya dengan pemikir Muslim terdahulu yang banyak terjebak kenikmatan &#8220;asketisme di sana &#8220;. Menyatukan diri dengan Tuhan, tetapi ego kreasi dalam diri terkikis habis.      Gejala tersebut oleh Iqbal diistilahkan dengan <em>&#8220;kesadaran mistis&#8221;</em> dan tentunya sangat bertentangan dengan <em>&#8220;kesadaran profetik&#8221;</em>. Kesadaran mistik adalah istilah yang digunakan Iqbal untuk mengkategorikan konsep <em>wahdah al-wujud </em>sebagai salah satu usaha yang dilakukan manusia dengan menafikan kehendak pribadi ketika mengidentifikasikan diri dengan Tuhan.</p>
<p>Maka, aktivitas kreatif menjadi tidak terlihat dalam hidup keseharian.     Sedangkan, kesadaran profetik adalah sebuah cara mengembangkan suatu kesadaran melalui aktivitas kreatif yang bebas dan melalui kesadaran bahwa aktivitas kreatif manusia adalah aktivitas <em>ilahi</em>. Jadi, konsep <em>wahdah al-wujud </em>dalam perspektif Iqbal adalah pengidentifikasian keinginan pribadi dengan kehendak Tuhan melalui cara penyempurnaan diri, bukan penafian diri. Kehendak manusia pada posisi demikian menjadi otonom, tetapi tetap dalam koridor bimbingan <em>ilahi</em>.</p>
<p>Iqbal tidak serta merta mengakui kedaulatan fostulat milik Descartes, <em>cogito</em> <em>ergo sum,</em> karena eksistensi manusia tidak mengada hanya dengan melakukan kegiatan berpikir untuk mengeksiskan diri <em>an sich</em>. Intelektualisme yang hanya mendewakan rasionalitas tidak akan eksis tanpa ada aktivisme yang berdimensi praksis. Begitulah kira-kira gagasan yang dicoba dikembangkan Iqbal dalam pelbagai karya kritis-kreatif yang selama ini ia permenungkan. Dan dituliskan melalui lembaran-lembaran puisi profetik yang monumental.</p>
<p>Iqbal menjadi seorang sastrawan dan filosof muslim abad 20 yang memberikan kado berharga untuk tetap meng-eksis-kan suara kreatif umat, yang terbungkam pemikiran jumud, rigid, serta kaku atau kikuk. <strong>(Sukron Abdilah</strong>/Alumni Mahasiswa BPI UIN SGD Bandung ) Artikel ini sudah dimuat di rubrik Literasi, Suplemen Kampus (Pikiran Rakyat, 29 Mei 2008) <strong><br />
</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bpinews.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bpinews.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bpinews.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bpinews.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bpinews.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bpinews.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bpinews.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bpinews.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bpinews.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bpinews.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bpinews.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bpinews.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=14&subd=bpinews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/30/intelektualisme-muhammad-iqbal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f882727c7c7c78ffb7a32e481d2e3709?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">bpinews</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenaikan BBM Picu Sakit Jiwa</title>
		<link>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/30/kenaikan-bbm-picu-sakit-jiwa/</link>
		<comments>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/30/kenaikan-bbm-picu-sakit-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 15:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bpinews</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bpinews.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[PASCAKENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM), dipastikan jumlah warga miskin akan bertambah. Jumlahnya, menurut perkiraan Wijaya Adi, peneliti senior pada Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E-LIPI), mencapai 4,5 juta jiwa. Jika pada 2007, jumlah warga miskin di Indonesia mencapai 37,2 juta orang atau 16,58 persen dari seluruh penduduk, setelah harga BBM naik jumlahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=13&subd=bpinews&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>PASCAKENAIKAN</strong> harga bahan bakar minyak (BBM), dipastikan jumlah warga miskin akan bertambah. Jumlahnya, menurut perkiraan Wijaya Adi, peneliti senior pada Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E-LIPI), mencapai 4,5 juta jiwa. Jika pada 2007, jumlah warga miskin di Indonesia mencapai 37,2 juta orang atau 16,58 persen dari seluruh penduduk, setelah harga BBM naik jumlahnya menjadi 41,7 juta orang atau 21,92 persen.</p>
<p>bukan hanya jumlah warga miskin yang bertambah, orang-orang yang sakit jiwa juga akan semakin banyak. Indikasi ke arah itu sudah terlihat dari semakin bertambahnya pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bandung. Pascakenaikan BBM, jumlahnya meningkat 25 persen. Itu terjadi karena masyarakat tidak kuat menghadapi masalah yang terjadi, terutama masalah ekonomi yang kian berat pascakenaikan harga BBM sehingga mereka menjadi depresi dan stres. (H.U. Pikiran Rakyat, 30 Mei 2008)***</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bpinews.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bpinews.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bpinews.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bpinews.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bpinews.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bpinews.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bpinews.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bpinews.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bpinews.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bpinews.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bpinews.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bpinews.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bpinews.wordpress.com&blog=3855509&post=13&subd=bpinews&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bpinews.wordpress.com/2008/05/30/kenaikan-bbm-picu-sakit-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f882727c7c7c78ffb7a32e481d2e3709?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">bpinews</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>